:-)

Jumat, 01 Januari 2010

PRARANCANGAN PABRIK ETIL KLORIDA DARI ETILEN DAN HIDROGEN KLORIDA

PRA RANCANGAN PABRIK
ETIL KLORIDA DARI ETILEN DAN
HIDROGEN KLORIDA

Etil klorid adalah salah satu senyawa kimia yang pada suhu kamar dan tekanan atmosferis berupa gas tak berwarna karena titik didih normalnya adalah 12,2 0C. Gas ini mudah ditekan menjadi cairan yang bening dan jernih. Etil klorid mudah terbakar dengan ujung apinya berwarna hijau menghasilkan uap hidrogen klorid (Mc. Ketta and Cunningham, 1979)
Abad ke-15 etil klorid diproduksi dari etanol dan hidrogen klorid untuk pertama kalinya oleh Valentine. Namun pembuatan etil klorid secara industri baru dimulai pada tahun 1922 di USA sebagai bahan dasar pembuatan TEL yaitu bahan aditif untuk meningkatkan kualitas anti knocking gasolin (Kirk and Othmer, 1979)
Ada tiga macam pembuatan etil klorid secara industri yaitu hidroklorinasi alkohol, hidroklorinasi etilen dan klorinasi etan (Mc. Ketta and Cunningham, 1979)
1. Hidroklorinasi Alkohol
Reaksi antara etanol dan HCl dilakukan pada suhu 150 – 190 0C dengan bantuan ZnCl2. Reaksi yang terjadi adalah :

Keuntungan dari proses ini adalah hasilnya tinggi. Konversi etanol bisa mencapai 90 – 98 %. Namun secara ekonomis kurang bisa bersaing dengan proses yang lainnya yaitu proses dengan bahan baku etilen.
2. Hidroklorinasi Etilen
Reaksi yang terjadi antara etilen dan HCl adalah :

Proses ini bisa dijalankan dalam fase uap dan fase cair, tetapi biasanya dijalankan pada fase uap. Konversi yang bisa dicapai sampai 90 % atas dasar etilen. Operasi dijalankan dalam reaktor gelembung pada suhu 130 – 250 0C dengan menggelembungkan uap etilen dan HCl dalam katalisator AlCl3 cair. Reaksi pada suhu tinggi dapat menyebabkan terjadinya polimerisasi dan dapat merusak katalisator. Kesulitan lain yang dihadapi adalah mengganti katalisator yang sudah tidak aktif lagi serta pendingin yang cukup untuk mempertahankan suhu. (Mc. Ketta and Cunningham, 1979)
Bila dipakai katalisator lain, misalnya zirconium oxychloride maka reaksi ini dilakukan dalam reaktor fixed bed. Kondisi operasi berlangsung pada range suhu yang diijinkan 130 – 300 0C dan tekanan 28,2 atm.
Reaksi ini yang sekarang banyak dipakai dalam industri mengungguli proses yang lain (Mc. Ketta and Cunningham, 1979)
3. Klorinasi Etan
Proses pembuatan etil klorid dengan cara klorinasi etan dapat dijalankan secara termal, fotokimia dan katalitik. Dalam industri biasanya dijalankan secara termal. Reaksi yang terjadi adalah reaksi rantai :



Reaksi sangat eksotermis sehingga pengontrolan suhunya sangat penting. Suhu reaksi berkisar 230 – 450 0C. Suhu yang lebih tinggi bisa menyebabkan etil klorid terurai menjadi etilen dan HCl. Konversi bisa mencapai 78 % basis etan bila perbandingan Cl2 dan etan kira – kira 0,2 dan suhu reaksi 420 0C. (Mc. Ketta and Cunningham, 1979)
Klorinasi dengan katalis berlangsung pada suhu 380 – 440 0C. Katalisator yang biasa dipakai adalah cuprichloride dan zirconium. Klorinasi dengan bantuan cahaya reaksinya hampir sama dengan bantuan panas.

1 komentar: